WELCOME TO BLOGGER FATHULLAH SYAHRUL

Sabtu, 23 November 2013

Terlelap Dalam Dekapan Bantal


Hari ini matahari yang semakin menampakkan wajahnya di ufuk timur, sinar yang begitu terang mampu menembus kaca jendelaku yang ditutupi dengan selembar kain gorden.  Membuat aku semakin emosi akan sinar yang menggangguku dalam dekapan sebatang bantal guling yang mampu memberikan aku kehangatan yang bagitu dahsyat, sampai-sampai aku ingin menghabiskan waktuku untuk bercumbu dengan dengan bantal itu, ketika aku keluar dari kamar akupun menengok, dan melihat matahari serasa menertawakanku seolah-olah dia sangat bahagia telah berhasil membangunkanku pada pagi itu, kuusap wajahku dengan hati yang begitu sedih kemudian hati kecilku berkata “matahari pada pagi ini sangat egois mengapa sinarnya mesti masuk kedalam kamarku dan membangunkanku dari tidur yang begitu nyenyak”. Akupun beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh wajahku dengan setetes air yang begitu jernih seakan-akan membelaku dari keegoisan dari sang surya.

Ketika aku kembali masuk kedalam kamar tiba-tiba terdengar suara dari luar seperti ada orang yang mengetuk pintu rumah,  akupun bergegas untuk melihatnya langkah demi langkah, aku mulai mendekati pintu setelah sampai akupun membukanya ternyata diluar nampak kelihatan sosok seorang keluarga  yang selama ini aku cari-cari dan sekarang  tepat berada didepanku, tanpa berfikir panjang akupun mempersilahkan dia untuk duduk disebuah sofa yang tidak terlalu mahal namun dapat membuat orang menjadi sejuk ketika dia duduk diatasnya. Seiring berjalannya waktu tak terasa 1 jam kami habiskan waktu untuk berdiskusi tentang pengalaman yang pernah kami alami, karena keasyikan berdiskusi dengan dia seolah-olah aku telah melupakan keegoisan sang surya yang pagi itu telah menggangguku dari tidur yang begitu nyenyak.
Tak lama kemudian karena keasyikan saling melepas rindu sampai-sampai waktupun seakan-akan menegur kami. Bahwa masih ada aktivitas lain yang perlu diselesaikan, kamipun sadar waktu yang telah kami habiskan semata-mata hanya untuk melepas rindu ternyata mampu mengalahkan jalannya diskusi yang dibumbui dengan kerinduan kami berdua untuk berdiskusi, nampaknya waktu tidak bisa diajak kompromi akhirnya salah satu dari kami harus menunda  rasa kerinduan yang begitu mendalam yang saat itu sangat kami tunggu-tunggu, kemudian  diapun beranjak dari tempat duduknya kuikuti dia dari belakang dengan langkah yang bersamaan.
Diapun beranjak dari teras rumah menuju kesebuah mobil yang sudah terparkir rapi dihalaman rumah, dengan hati yang setengah-setengah kulambaikan tangan untuk orang yang selama ini aku kenal baik, setalah itu akupun mulai beranjak menuju kamarku secara tidak langsung terlintas dalam benakku bahwa ternyata matahari yang pagi ini yang membuat aku terbangun, ternyata dia telah memberikan aura-aura positif yang bisa membuatku takjub akan keunikannya, yang telah berhasil memberikan secerca cahaya yang masuk dalam kamarku  dan akupun cuma bisa berkata ternyata matahari tidak membutuhkan kritikan dari siapapun yang jelas dia tetap menjalankan tugas yang telah dianugerahkan ALLAH kepadanya yaitu menerangi seluruh alam semesta ini. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar