Hari ini matahari
yang semakin menampakkan wajahnya di ufuk timur, sinar yang begitu terang mampu
menembus kaca jendelaku yang ditutupi dengan selembar kain gorden. Membuat aku semakin emosi akan sinar yang
menggangguku dalam dekapan sebatang bantal guling yang mampu memberikan aku
kehangatan yang bagitu dahsyat, sampai-sampai aku ingin menghabiskan waktuku untuk
bercumbu dengan dengan bantal itu, ketika aku keluar dari kamar akupun menengok,
dan melihat matahari serasa menertawakanku seolah-olah dia sangat bahagia telah
berhasil membangunkanku pada pagi itu, kuusap wajahku dengan hati yang begitu
sedih kemudian hati kecilku berkata “matahari pada pagi ini sangat egois
mengapa sinarnya mesti masuk kedalam kamarku dan membangunkanku dari tidur yang
begitu nyenyak”. Akupun beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh wajahku
dengan setetes air yang begitu jernih seakan-akan membelaku dari keegoisan dari
sang surya.
Ketika aku
kembali masuk kedalam kamar tiba-tiba terdengar suara dari luar seperti ada
orang yang mengetuk pintu rumah, akupun
bergegas untuk melihatnya langkah demi langkah, aku mulai mendekati pintu
setelah sampai akupun membukanya ternyata diluar nampak kelihatan sosok seorang
keluarga yang selama ini aku cari-cari
dan sekarang tepat berada didepanku,
tanpa berfikir panjang akupun mempersilahkan dia untuk duduk disebuah sofa yang
tidak terlalu mahal namun dapat membuat orang menjadi sejuk ketika dia duduk
diatasnya. Seiring berjalannya waktu tak terasa 1 jam kami habiskan waktu untuk
berdiskusi tentang pengalaman yang pernah kami alami, karena keasyikan
berdiskusi dengan dia seolah-olah aku telah melupakan keegoisan sang surya yang
pagi itu telah menggangguku dari tidur yang begitu nyenyak.
Tak lama
kemudian karena keasyikan saling melepas rindu sampai-sampai waktupun
seakan-akan menegur kami. Bahwa masih ada aktivitas lain yang perlu
diselesaikan, kamipun sadar waktu yang telah kami habiskan semata-mata hanya
untuk melepas rindu ternyata mampu mengalahkan jalannya diskusi yang dibumbui
dengan kerinduan kami berdua untuk berdiskusi, nampaknya waktu tidak bisa diajak
kompromi akhirnya salah satu dari kami harus menunda rasa kerinduan yang begitu mendalam yang saat
itu sangat kami tunggu-tunggu, kemudian diapun beranjak dari tempat duduknya kuikuti
dia dari belakang dengan langkah yang bersamaan.
Diapun
beranjak dari teras rumah menuju kesebuah mobil yang sudah terparkir rapi
dihalaman rumah, dengan hati yang setengah-setengah kulambaikan tangan untuk
orang yang selama ini aku kenal baik, setalah itu akupun mulai beranjak menuju
kamarku secara tidak langsung terlintas dalam benakku bahwa ternyata matahari
yang pagi ini yang membuat aku terbangun, ternyata dia telah memberikan
aura-aura positif yang bisa membuatku takjub akan keunikannya, yang telah berhasil
memberikan secerca cahaya yang masuk dalam kamarku dan akupun cuma bisa berkata ternyata matahari
tidak membutuhkan kritikan dari siapapun yang jelas dia tetap menjalankan tugas
yang telah dianugerahkan ALLAH kepadanya yaitu menerangi seluruh alam semesta
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar