WELCOME TO BLOGGER FATHULLAH SYAHRUL

Sabtu, 18 Juni 2016

Kamaruddin, Pemuda Pembaharu Desa


Kamarudin Abdullah, itulah nama lengkapnya. Lahir di Reo Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur ditanah kelahirannya kerap kali di sapa Adhin pribadinya yang sederhana dan mudah bergaul dikalangan mana saja.
Jenjang Pendidikannya di MAN Reo pada Tahun 2009 -2012. Beliau dikenal di daerahnya di Manggarai, sebagai sosok yang sukar ditemukan, karena di sekeliling kampungnya adalah Mayoritas Non-Islam.
Itulah yang membuat dia melakukan komitmen untuk berdakwah dengan model menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, itu juga yang membuat dia melanjutkan Studinya di UIN Alauddin Makassar.
Dalam perjalanannya, beliau walaupun masih terbilang masih muda tapi banyak menghadapai banyak tantangan. Diantanya, beliau harus diperhadapkan dengan banyak tokoh dari backround organisasi Islam yang berbeda-beda. Namun, beliau menganggap bahwa ini adalah sebuah proses untuk menemukan jati diri.
Setelah berhasil masuk di Perguruan Tinggi Negeri di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, karir yang besar Dimulai sebetulnya beliau adalah Basic dari salah satu Organisasi Islam Yaitu Nahdhatul Ulama (NU)

Tetapi tekadnya untuk berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam di Sulawesi Selatan semakin kuat itu terbukti ketika beliau aktif di salah satu Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN Alauddin Makassar.
Kualitas dan Kapasitasnya di segi Religius, sangat dikagumi ketika melantunkan ayat-ayat Suci Al-Qur’an. Sangat dramatis sekali, sampai-sampai menurut warga di tempat ia melakukan KKN menangis “Ketika Beliau Membaca Ayat Suci Al-Qur’an Sampai-Sampai Saya Meneteskan Air Mata” ungkap salah satu warga di Dusun Makkiobaji Takalar.
Pada KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 51 di Desa Ujung Baji Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar, ia terpilih sebagai Kordinator desa. Sosok pribadi yang sangat sederhana, juga agak humoris. Itulah yang memuat ia sangat diterima baik oleh masyarakat, terutama ketika menyampaikan dakwahnya di  Masyarakat. karena beliau menyebarkan Nilai-Nilai Islam bukan hanya di Masjid tapi dimana saja dan kapanpun.
Lantunan ayat Suci Al-Qur’an beliau, sangat indah. Sehingga ia dijadikan sebagai rujukan oleh masyarakat, sampai-sampai pada suatau hari di Desa Tempat ia ber-KKN, beliau sempat mengajar tata cara membaca Al-qur’an. Hebatnya bahwa muridnya adalah masyarakat yang sudah Lanjut Usia (LANSIA), masyarakat yang suka mabuk-mabukan,  kalangan Polisi serta Pemuda.
Beliau juga ternyata memiliki Mukjizat mampu mengobati seluruh penyakit yang sifatnya Mistis, serta pengalaman yang sangat diluar Nalar. Ketika beliau mengantar jenazah, salah seorang warga yang meninggal dan dalam perjalanannya ke pemakaman beliau mendengar ada suara dengan melantunkan kalimat Lailahaillah selama dua menit, namun warga yang lain tidak ada yang mendengar kecuali beliau. Ini adalah pengalaman yang sangat menakjubkan dan di luar logika manusia, menurut kesaksian salah seorang warga bahwa beliau adalah salah seorang tokoh pembaharu mini Islam di tataran Pelosok Desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar