Kamarudin Abdullah, itulah nama lengkapnya. Lahir di Reo
Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur ditanah kelahirannya kerap
kali di sapa Adhin pribadinya yang sederhana dan mudah bergaul dikalangan mana
saja.
Jenjang Pendidikannya di MAN Reo pada Tahun 2009 -2012. Beliau
dikenal di daerahnya di Manggarai, sebagai sosok yang sukar ditemukan, karena
di sekeliling kampungnya adalah Mayoritas Non-Islam.
Itulah yang membuat dia melakukan komitmen untuk berdakwah
dengan model menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, itu juga yang membuat
dia melanjutkan Studinya di UIN Alauddin Makassar.
Dalam perjalanannya, beliau walaupun masih
terbilang masih muda tapi banyak menghadapai banyak tantangan. Diantanya,
beliau harus diperhadapkan dengan banyak tokoh dari backround organisasi Islam
yang berbeda-beda. Namun, beliau menganggap bahwa ini adalah sebuah proses
untuk menemukan jati diri.
Setelah berhasil masuk di Perguruan Tinggi
Negeri di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, karir yang besar Dimulai
sebetulnya beliau adalah Basic dari salah satu Organisasi Islam Yaitu Nahdhatul
Ulama (NU)
Tetapi tekadnya untuk berdakwah dan
menyebarkan nilai-nilai Islam di Sulawesi Selatan semakin kuat itu terbukti
ketika beliau aktif di salah satu Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN Alauddin
Makassar.
Kualitas dan Kapasitasnya di segi
Religius, sangat dikagumi ketika melantunkan ayat-ayat Suci Al-Qur’an. Sangat
dramatis sekali, sampai-sampai menurut warga di tempat ia melakukan KKN
menangis “Ketika Beliau Membaca Ayat Suci Al-Qur’an Sampai-Sampai Saya Meneteskan
Air Mata” ungkap salah satu warga di Dusun Makkiobaji Takalar.
Pada KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 51
di Desa Ujung Baji Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar, ia terpilih sebagai
Kordinator desa. Sosok pribadi yang sangat sederhana, juga agak humoris. Itulah
yang memuat ia sangat diterima baik oleh masyarakat, terutama ketika
menyampaikan dakwahnya di Masyarakat. karena beliau menyebarkan
Nilai-Nilai Islam bukan hanya di Masjid tapi dimana saja dan kapanpun.
Lantunan ayat Suci Al-Qur’an beliau,
sangat indah. Sehingga ia dijadikan sebagai rujukan oleh masyarakat,
sampai-sampai pada suatau hari di Desa Tempat ia ber-KKN, beliau sempat
mengajar tata cara membaca Al-qur’an. Hebatnya bahwa muridnya adalah masyarakat
yang sudah Lanjut Usia (LANSIA), masyarakat yang suka
mabuk-mabukan, kalangan Polisi serta Pemuda.
Beliau juga ternyata memiliki Mukjizat
mampu mengobati seluruh penyakit yang sifatnya Mistis, serta pengalaman yang
sangat diluar Nalar. Ketika beliau mengantar jenazah, salah seorang warga yang
meninggal dan dalam perjalanannya ke pemakaman beliau mendengar ada suara
dengan melantunkan kalimat Lailahaillah selama dua menit, namun warga yang lain
tidak ada yang mendengar kecuali beliau. Ini adalah pengalaman yang sangat
menakjubkan dan di luar logika manusia, menurut kesaksian salah seorang warga
bahwa beliau adalah salah seorang tokoh pembaharu mini Islam di tataran Pelosok
Desa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar