WELCOME TO BLOGGER FATHULLAH SYAHRUL

Minggu, 17 April 2016

Gadis Itu


Kala senja menyapa di pagi hari terlihat dari kejauhan muncul seorang sosok yang penuh dengan tanda tanya. Yang berpakaian dengan begitu sederhana terpancar cahaya yang cerah karena sinar matahari menerpa wajahnya. Akupun menghela nafas seolah-olah sosok ini seperti yang kutemui dalam mimpi.
Namun dalam senyuman dan kesederhanaan yang terpancar dalam dirinya, serasa aku melihat ada yang memberatkan dirinya dalam setiap langkahnya. Entah apakah itu namun dari tutur katanya yang agak Calleda’ artinya Cerewet dalam Bahasa Bugis. Namun tiba-tiba seolah ada yang membisiki aku bahwa dia adalah gadis yang memiliki pribadi yang kuat itu terpancar dari setiap titik senyuman yang ia lemparkan dari setiap orang yang melihatnya.
Serasa aku ini seperti manusia yang sejatinya tidak pernah lupuk dari kesalahan namun aku bertanya sambil memandang langit yang biru pekat dibumbui permadani awan putih aku bertanya namun pertanyaanku terbentur ke terik matahari dan udara yang datang menghisapnya.    
            Setiap dentuman jam dari detik ke menit dan dari menit ke jam seolah-olah wajah ini tidak akan pernah surut memandang senyuman yang manis yang keluar secara natural didalam dirinya. Penampilan yang secara sederhana juga spontan dikeluarkan andai saja aku mampu memobilisasi masyarakat untuk melakukan aksi demonstrasi kepada Tuhan dengan mengangkat sebuah isu “Mengapa Ia Dilahirkan & Mengapa Dia Harus Muncul Dihadapanku” akupun akan melakukannya. Kata bosan seolah-olah tidak mampu kucatat dalam buku diaryku dan sirna ditelan oleh estetika yang secara sederhana dipancarkan.

            Pertemuan yang dimulai dari ujung pelosok Desa ketika matahari hendak menyinarinya wajahku tepat pada jam 8 wajah yang selalu terniang dalam benakku tidak lain adalah wajahnya. Namun pengalaman yang sangat menakjubkan di kala shubuh serasa aku mendengar suara yang sangat aku idamkan sentak aku terbangun dan menengok kesebelah kanan tanpa tidak sadar muncul seorang sosok perempuan tepat berada didepanku yang begitu anggun menggunakan mukenah berwarna abu-abu serasa aku ingin menghentikan waktu agar selamanya begitu sontak aku memutar badanku kekiri & sekitar 5 menit kemudian kuputar lagi kekanan ternyata sosok gadis itu sudah hilang dari pandanganku ternyata dia telah bergegas menuju masjid menjalankan kewajiban sebagai seorang muslimah yakni sholat shubuh sungguh wanita yang sudah tidak saya ragukan lagi, tiba-tiba ada suara yang berbisik padaku “Dia Itu Milikmu” namun aku kembali berfikir bahwa itu adalah khayalan semata. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar