Kala
senja menyapa di pagi hari terlihat dari kejauhan muncul seorang sosok yang
penuh dengan tanda tanya. Yang berpakaian dengan begitu sederhana terpancar
cahaya yang cerah karena sinar matahari menerpa wajahnya. Akupun menghela nafas
seolah-olah sosok ini seperti yang kutemui dalam mimpi.
Namun
dalam senyuman dan kesederhanaan yang terpancar dalam dirinya, serasa aku
melihat ada yang memberatkan dirinya dalam setiap langkahnya. Entah apakah itu namun
dari tutur katanya yang agak Calleda’ artinya Cerewet dalam Bahasa Bugis. Namun
tiba-tiba seolah ada yang membisiki aku bahwa dia adalah gadis yang memiliki
pribadi yang kuat itu terpancar dari setiap titik senyuman yang ia lemparkan
dari setiap orang yang melihatnya.
Serasa
aku ini seperti manusia yang sejatinya tidak pernah lupuk dari kesalahan namun
aku bertanya sambil memandang langit yang biru pekat dibumbui permadani awan
putih aku bertanya namun pertanyaanku terbentur ke terik matahari dan udara
yang datang menghisapnya.
Setiap dentuman jam dari detik ke
menit dan dari menit ke jam seolah-olah wajah ini tidak akan pernah surut
memandang senyuman yang manis yang keluar secara natural didalam dirinya.
Penampilan yang secara sederhana juga spontan dikeluarkan andai saja aku mampu
memobilisasi masyarakat untuk melakukan aksi demonstrasi kepada Tuhan dengan
mengangkat sebuah isu “Mengapa Ia Dilahirkan & Mengapa Dia Harus Muncul
Dihadapanku” akupun akan melakukannya. Kata bosan seolah-olah tidak mampu
kucatat dalam buku diaryku dan sirna ditelan oleh estetika yang secara
sederhana dipancarkan.
Pertemuan yang dimulai dari ujung
pelosok Desa ketika matahari hendak menyinarinya wajahku tepat pada jam 8 wajah
yang selalu terniang dalam benakku tidak lain adalah wajahnya. Namun pengalaman
yang sangat menakjubkan di kala shubuh serasa aku mendengar suara yang sangat
aku idamkan sentak aku terbangun dan menengok kesebelah kanan tanpa tidak sadar
muncul seorang sosok perempuan tepat berada didepanku yang begitu anggun
menggunakan mukenah berwarna abu-abu serasa aku ingin menghentikan waktu agar
selamanya begitu sontak aku memutar badanku kekiri & sekitar 5 menit
kemudian kuputar lagi kekanan ternyata sosok gadis itu sudah hilang dari
pandanganku ternyata dia telah bergegas menuju masjid menjalankan kewajiban sebagai
seorang muslimah yakni sholat shubuh sungguh wanita yang sudah tidak saya
ragukan lagi, tiba-tiba ada suara yang berbisik padaku “Dia Itu Milikmu” namun
aku kembali berfikir bahwa itu adalah khayalan semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar